Selasa, 11 Maret 2008

Hari ini kita merasa tak berdosa dan berdo'a

BLACK OF THE DEATH DIARY FOR THE WHITESTRIPE MEMORIES

Dalam kotak sempit sesempit lubang vertikal ini aku membiarkan pikiranku yang sudah tak perjaka lagi menetaskan liur bait-bait yang bertapa dalam hati,jiwa dan pikiran secara lugu dan bijaksana dan tanpa pembatasan moral.haha!

Aku hanya ingin bercermin pada diri sendiri,sebelum akhirnya aku belajar untuk menghujat segala yang membuat sesak nafas dan bodoh untuk berpikir.Kekanakan dan ketidakdewasaan mungkin akan selalu muncul dalam tulisan ini,tapi sungguhpun diriku tidak akan pernah peduli sama sekali dengan segala bentuk tendensi penilaian ataupun pujian palsu yang mengarah pada sikap pembelaan diri pada kenyataan yang ada. Aku hanya berharap bahwa setelah membaca tulisan bodoh ini,anda bisa merefleksikan diri anda “sesungguhnya” dan bukan menjadi pemuja keperawanan arti dari sebuah kehidupan yang penuh tanya ini. Dan sungguhpun aku sangat malas sekali bila dalam mengoarkan sebuah cerita harus menulis secara luas seperti luas langit biru sehabis lebat dihiasi pelangi dikala senja bernyanyi.

Aku mengajak anda bertamasya dan berpikir menyenangkan meskipun dalam keadaan tidak nyaman. Aku melakukan ini bila sedang bergairah menulis, saat rindu pada seseorang yang seharusnya kubenci, berfantasi dengan diri sendiri sampai akal berkurang dan melakukan hal-hal yang sangatlah masuk akal,tidur.

Tak ada istilah malu dalam kekuasaan doktrin alamku untuk mengucap perihal yang dianggap tabu dan tak sopan. Semua hanyalah ungkapan yang harus anda pahami apa arti dibalik dari setiap pernyataan mulut jiwa dan hatiku yang segelap vagina,sepanjang penis dan semegah payudara…haha!

Jangan pernah anda menganggap bahwa diriku seorang penulis puisi,sungguhpun diriku bukanlah pujangga!anggap saja ini hanya sebatas bercak tetesan sperma huruf-huruf yang tercecer tak rapi dan ini adalah tugas anda juga untuk menata dan merapikan pikiran anda. Aku sangat percaya anda lebih baik dari saya. Persetan!

Dalam scene part I ini diriku lagi terilhami dari ke Jawa-anku yang senantiasa sampai mampus akan selalu aku banggakan tentang sebuah penafsiran kehidupan yang serba instant ini. Bagaimanapun diriku pernah diajarkan melakukan sebagaimana para leluhur dahulu yang sangat hormat dengan alam dan bumi dan seluruh jagat indah ini. Bagaimana diriku diajarkan menghormati tanah asal muasal kita diciptakan dan selalu berdoa kepada Khalik penuh ikhlas,pasrah jiwa raga sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelummu.

Tapi bagaimanapun juga aku hanyalah manusia biasa,yang toh akhirnya ribuan keparat iblis telah merayakan kelulusan atas kesuksesan menggoda dan menguasaiku bahkan sampai saat aku menulis sekarang ini.hahaha….anjing!

Tak perlu aku jabarkan dan bacotkan lebih banyak lagi karena aku sudah lelah mengetik..hehehe. Yang pasti disini mungkin ada sedikit selipan petuah yang mungkin juga bisa bermanfaat bagi anda sekalian atau bahkan mungkin Cuma menjadi sampah dalam tong pikiran anda,sekali lagi Persetan ! Dan aku berharap sekali tulisan ini anda print lalu bacalah sebagai penghantar tidur anda,dengan pelan dan tenang memahami, bukan hanya sekedar menelan mentah ! mari bertamasya bersama kesisi alam penuh elegi fantasi tanpa henti ….. ZzzzZZZzzzzzZZzzzZzz …….

Bangkai I

Apa kabar kawan ?!

Masihkah gumpalan harapan mampu sadarkan kenyataan ?!

Yang aku tahu hanya melahirkan jiwa-jiwa pemalas keyakinan menjadi pialang kecemasan menakuti kematian.

Sesuap doa seperti memberi arti suci dalam asap kepiluan yang coba disembunyikan.

Pernahkah mencoba keluar malam berdiri sendiri ditengah malam yang menawarkan indahnya kegelapan ?

Pandanglah gulita langit lalu tundukkan besar angkuhmu ke tanah…hampa…resapi adamu… menangislah .. untuk dirimu sendiri !

Mampukah sombongmu mengalahkan luas ruah tujuh langit ?

Mampukah indah ragamu kau jaga dari jerat tanah yang senantiasa mengancam akan mengubur ragamu membusuk ?

Takut ?!

Itupun tak akan pernah salah…Nikmati hidupmu.

HUH !

Aku menembus buai bual buas harapanmu bernyanyi lucu dalam mimbar

Coba bertafsir padamkan getah api mimpi menempuh ruang kenyataan semu

Kita tak bicara …hanya perani anarki rasa

Kita tak patuh … tanpa perlu senggamakan raga jiwa dan luka dosa

Muntah bersumpah darah busukkan kepalsuan atas nama segala surga

hidupi raga benci,tenggelamkan kepanikan dalam kesombongan yang menganga !

Kita tak bertanya … hanya hidupi makna-makna petaka murka

Kita tak belajar … membagi adil jatah luka dan selalu sejarahkan duka

Apa ‘dunia’ yang membuatmu tertawa dan bahagia ? “

Apa ‘dunia‘ yang membuatmu mampu lepaskan duka ?”

Apa ‘dunia‘ yang membuatmu bangga ?”

Apa ‘dunia‘ yang membuatmu merindukan kilap piala juara pujian ?”

Apa ‘dunia‘ yang membuatmu mampu benamkan kecewa ?”

Apakah ‘dunia‘ sanggup membuatmu selamatkan nyawa ?”

Apakah ‘dunia‘ sanggup membuatmu menghajar ‘jerat hampa’?”

Apakah ‘dunia‘ sanggup membuat hidupmu bertahan lama ?!”

Berpikir kau ….

kan berjalan melewati kelam menyambut terang

lumpuh bersimpuh dalam kilau puji pengampunan

mengoyak beringas segala penyesalan

menutup pintu neraka yang membakar

Pikir kau ……..

surga ‘kan mudah terbuka hanya perlu tobat dan bersumpah

ikhlaskan seluruh dosa berlari tertimbun hajat pahala

menuju sinar terang teduh teguh iman

menuju surga maha indah yang hanya ada dalam imajinasi pikiran

Dan semuanya hanya dalam ‘apa dan siapa’

Dan semuanya hanya dalam pertanyaan saja

Dan semuanya hanya tinggal menunggu giliran ‘pemanggilan’

Dan semuanya hanya tinggalkan nama

Dan semua tak perlu diragukan dalam kepastian

Dan semua tinggalkan warisan cerita

:: …haha!ini hanyalah sebuah ciuman ringan untuk kalian ‘penggila dunia’ yang selalu bangga dan selalu ‘merasa’! watchout..everything will be gone and u never wear it.masihkah sanggupkah sombongkah andakah?!

SAAT BERASAP

Kunikmati apa yang seharusnya tak perlu kumengerti dan kubenci

Kucintai apa yang seharusnya tak kurindu dan kubenci

Kuikuti apa yang seharusnya kuhindari dan selalu kubenci

Aku benciku terlalu tak tabu mencabiki rasa haru

Aku bebankan pikiranku menghidupi laknat mutanku

Berikan tubuhmu seutuhnya penuh selimut dusta dan nafsu …

Bungkus jiwamu penuh dangkal dosa dan tak perlu kujaga

Berikan hatimu dengan sesungguhnya dan penuh desahan do’a

Kututup hampa jiwamu penuh lipatan luka dosa tak bersuara

Menempuh altar sinar terang pucat pasikan kepedihan

Menjemput pergantian malam yang tak panjang

Terkapar dalam lusinan perasaan

Kebencian ini terlalu kumengerti

Kerinduan ini terlalu kumiliki

Kesetiaan ini terlalu membunuh diri

Dan aku terlalu bersiapkan diri

Terlupakan

Melupakan

:: mungkin!

BERCAK SEPTEMBER

Hari ini, kemarin dan yang akan datang menjelang limpah harapan

Lebih baik kau lupakan riwayat pertaruhan hati

Ku tak pernah berpikir untuk menyempurnakan

Adamu sesaat t’lah hujami ribuan luka dalam sayatan berkarat

Kumohon …

Jangan berikan padaku tangisan pada barisan hidupku yang tak nyaman

Jangan tawarkan pengertian untuk kebaikan yang menyakitkan

Biar kunikmati sesuatu yang terlambat bersemi dan bersiap mati !

Kumohon …

Tetaplah tatap bayanganku yang tak lagi menetapi dirimu

Tetaplah tertawa atas kemenanganmu menghakimiku

Seperti …

Hari ini,

Kutunggu reda hujan turun menghabisi

Semayamkan namamu di penghabisan titik akhir lumpur cerita

Angkat senyumku penuh kebencian dan bersimbah angkuh

Kubakar plakat kesombongan duniamu

Tak perlu lagi kusimpan lebih dalam dan mendalam

Meski riwayatmu selalu menghisap menggoda untuk kuselamatkan

Najisi mimpi –mimpi panjang yang mulai kubangunkan

seperti …

Esok hari,

Kutunggu lunglai hujan menampar lembut rautan lemah murka

Menampar muka cerita yang penuh penghuni tanya

Tak ada lagi kepalsuan senyuman dan berangka

Meski riwayatmu terus menggoda kuselamatkan

Meski riwayatmu terus berkarat melaknati hina

Menyapu bersih dalam topan dendam,

……Fat.

:: ooh,shittomyshit !

BELATI HITAM

Tanpa mengKuasa Tuhan

Tanpa membusukkan kursor pilihan

Merapatkan tangan terbungkam layaknya berdo’a

Keringat takut ini mulai bersaksi kesal

Bertarung dibawah cahaya pucat ajaran

Aku menolak sikap mengamini arti yang tak aku mengerti

Aku menolak paham kekayaan hati

Aku terlalu takut terbawa terang yang penuh alibi arti

Ajarkan pada diriku seribu do’a tangis hati

Menghormati jiwa luhur yang mati

Busukkan kesucian yang melekati baju kebencian

Mencuci darah kebencian yang selalu tertanam lugu

Menghujat Iblis yang selalu bertakwa membuka pintu beringas goda

Aku tak hafal pembacaan lafal penilai moral

Aku tak percaya adanya kelicikan perdebatan masa depan

Aku selalu terbakar ‘ayat keyakinan’ penuh konotasi makna

Aku terhimpit asap seribu perlakuan tak normal

Dan saatnya aku pantas bertanya

Kapankah engkau sanggup terluka dan mati !

Dusta ini … nista ini … nestapa ini …

Aku tak pernah bertapa mengharap penghapusan dosa ..

Pakukan jiwa absurd dalam pengharapan pengakuan

Aku hanya mencoba menguapkan kalimat selayaknya berdo’a

Dan tak perlu berpikir ini menyakitkan dalam penghapusan

Hentakkan busuk kegalauan …. teduh dosa ini gelapi jiwa ini !

Gelap menempuh lawan malam … kurangkan akalku !

Hampa kian selalu menatap dan menunggu

Beban ini semakin melumuri batin yang punah terlunta

Dalam ketiadaan dan separuh terbakar

Dosa ini kian mencintai … berkhotbah jijik dalam jiwa !!!

Kemana kelak ‘kan sandarkan ribuan beban ?

Saat tiang dosa tak pernah berhenti menyimpan dendam dan kebencian

Indah mahkota luka kelam masa lalu tak pernah kunjung terselesaikan

Sama seperti saat terluka merangkak menemukanmu tak telanjang

Selalu berakhir semu melantakkan bangunan rasa yang kumiliki

Selamat datang cinta …

Antara aku,Tuhan,Setan dan dirimu …

Aku terjungkal dalam kesakitan jiwa

:: damn!this dope like spirit in hope and slain ..

Uchh..Achh..Ouhh..Yeahh !

Uchh …

penetrasi ereksi jaman membuat melacur bergaya trendi

atribut diri pelengkap atraksi bernilai prestasi tinggi

semuanya palsu,

tak kau bawa mati !

Achh …

hanya sisi luar keanggunanmu cantik memancar

tertutup lincah goresan lipstik moral cahaya pucat memudar

indahmu membunuh,

arti paras sejati !

Ouhh …

Euphoria dunia membuatmu menyanggupi pesta dosa

sibuk menata penampilan … budak pemuja piala pujian

tepuk hampa blablabla …

makan darah putih ini untukmu !

Yeahh … !!!

Transisi fantasi obsesi penuh caci !

Terjual tanpa disadari !

Terbeli tanpa gairah naluri !

Yeahh … !

Bidadari kembang palsu mewangi !

Tetap lusuh tanpa sentuh peluh !

Terhisap mati tanpa gairah birahi !

Untuk apa untuk apakan apa

Untuk siapa untuk siapakan siapa

Untuk kemana untuk kemanakan kemana …

Apa … Siapa … Kemana …

Pesta ini dosa penuh transaksi empati !

Tercipta tanpa perlu membeli !

Tergadai tanpa rehabilitasi diri !

Hidup ini instant dan tak ada peluang bertahan !

Tak ada jatah nyawa panjang !

Tak perlu tafsirkan ancaman masa depan !

Persetan !

Lupakan !

Semudah kau tampangkan cantikmu dalam grosiran !

Yeah !

Imitasi.Palsu.Sebuah timbunan ketidaknyamanan para KARTINI ERA BARU mensyukuri karunia Sang Kuasa,bantai penampilan seolah dosis tren yang harus dipenuhi demi sekedar serapah pujian yang terkadang sama-sama palsunya.Wahai engkau para bidadari :tempatkanlah kecantikanmu dan segala keindahanmu hanya kepada orang yang benar2 kau sayangi,segalamu bukan untuk konsumsi pelepas lapar dan dahaga nafsu meski hanya sekedar menjilatimu dengan pandangan sekejap mata. Jadilah Kartini yang elok, bukan menjadi GENERASI KARTINI TUNA SUSILA.

Mampus!

….

Terkadang hidup dihadapkan pada bingkai-bingkai pilihan, terkadang menyudutkan, terkadang melenakan, dan terkadang mematikan. Pada kepungan mimpi pada saat dimana hidup dalam keaadaan hitam. Membusukkan segala macam warna peraasan, menelanjangi kepanikan, lalu terkapar tanpa daya.

BEBAL

Beban ini batasi pikiran

Beban ini menampar kenyataan

Beban ini pusingkan nurani malam

Beban ini lemahkan riwayat sejarah jiwa

Selamatkan aku …

Selamatkan jiwaku …

Berjalan diatas tamparan bayangan hitam

Mengumpati petuah pembenaran hati

Jargon perlawanan tetap berontak menolak penafsiran arti

Kehangatan do’a mengheningkan atas cipta rasa

Beban ini dosakan jalan dan jurang

Beban ini perankan kepalsuan

Beban ini jilati kepahitan kehidupan

Beban ini menyejukkan rasa tabu dalam belenggu

Selamatkan aku …

Selamatkan jiwaku …

Cinta ini membusukkan hati

Kasih ini curamkan pelita api

Rindu ini membunuh rusak intuisi

Dosa ini siksa siakan harapan

Do’a ini meluluhkan perisai belenggu hati

Putuskan asaku …

Acuhkan rasa bersalah …

Hapuskan dendam

Balaskan tikaman perasaan menyakitkan

Kita tak pernah abadi.

:: think u what ?!hell yeah!

SIMPUL

Masihkah kau berharap lugu ?

Do’a menghapus dosamu

Masihkah kau bernyanyi sendu ?

Tuhan mendengar busuk pintamu

Mengartikan semua makna keyakinan semudah tuntunan instan

Mengamini arti pembenaran dari mulut penuh kunci ilusi pemikiran

Engkau menangis meronta meniti tiang ajaran

Meratap menatap liur dosa yang tak berhenti melumuri

Muntahkan petuah mengigau dimimbar pengampunan

Berjanjilah berhenti dan berharap wafat terakhir

Bernyanyilah menghidupi diri dalam falsafah budi pekerti

Basuhlah jiwamu bersama asma tirta bayangan yang luka menemanimu

Tunduklah dalam do’a untuk kebenaran hidup sejatimu yang memudar

Masihkah kau patuh dalam sakit batinmu ?

Menyanggupi kekuatan hati menempuh jalan terang

Masihkah kau berkilau dalam dunia yang membelenggu ?

Teguhkan iman menjalani ketidakpastian peran

…….

Melewati sungai cobaan

Menempuh surga kebahagiaan ?

…….

Acuhkan falsafah buram yang riuh menjamah

Lupakan ajaran penuh jargon arogan instan

Jujur tegar menghadapi kenyataan yang hanyut terbakar

Kita hanya menjalani peran

Kita hanya singkat dalam pertunjukan

Kita tak butuh pengakuan

Kita tak butuh ribuan tepuk pujian

Kita tak butuh pelukan

Kita tak perlu rasa iba atas penyesalan yang selalu kita lakukan

Kita hanya menjalani peran

Kita hanya singkat dalam pertunjukan

Kita selalu dalam pertanyaan !

:: salam kecup hangat untuk cinta…engkau adlh pertanyaan,bukan sebagai jawaban!

APA KABARMU BANGKAI !

Lalu kau selipkan sentuhan nafas

Disela-sela pergumulan kasih yang tertanam

Mabuk kau tiup segala berkas pujian

Hanya menunggu waktu tiba melayani segala keinginanmu

Menjadi bidak-bidak budak bercula kecemasan

Dan bahagia senantiasa khawatir engkau harapkan

Indah dalam hiburan semesta raya

Memeluk kehangatan api neraka

Tertawalah wahai cinta …

Sebelum lampu dipadamkan

Sebelum jism terbingkai kenangan

:: Cleopatra,where are u?

Tidak ada komentar: