BLACK OF THE DEATH DIARY FOR THE WHITESTRIPE MEMORIES
Dalam kotak sempit sesempit lubang vertikal ini aku membiarkan pikiranku yang sudah tak perjaka lagi menetaskan liur bait-bait yang bertapa dalam hati,jiwa dan pikiran secara lugu dan bijaksana dan tanpa pembatasan moral.haha!
Aku hanya ingin bercermin pada diri sendiri,sebelum akhirnya aku belajar untuk menghujat segala yang membuat sesak nafas dan bodoh untuk berpikir.Kekanakan dan ketidakdewasaan mungkin akan selalu muncul dalam tulisan ini,tapi sungguhpun diriku tidak akan pernah peduli sama sekali dengan segala bentuk tendensi penilaian ataupun pujian palsu yang mengarah pada sikap pembelaan diri pada kenyataan yang ada. Aku hanya berharap bahwa setelah membaca tulisan bodoh ini,anda bisa merefleksikan diri anda “sesungguhnya” dan bukan menjadi pemuja keperawanan arti dari sebuah kehidupan yang penuh tanya ini. Dan sungguhpun aku sangat malas sekali bila dalam mengoarkan sebuah cerita harus menulis secara luas seperti luas langit biru sehabis lebat dihiasi pelangi dikala senja bernyanyi.
Aku mengajak anda bertamasya dan berpikir menyenangkan meskipun dalam keadaan tidak nyaman. Aku melakukan ini bila sedang bergairah menulis, saat rindu pada seseorang yang seharusnya kubenci, berfantasi dengan diri sendiri sampai akal berkurang dan melakukan hal-hal yang sangatlah masuk akal,tidur.
Tak ada istilah malu dalam kekuasaan doktrin alamku untuk mengucap perihal yang dianggap tabu dan tak sopan. Semua hanyalah ungkapan yang harus anda pahami apa arti dibalik dari setiap pernyataan mulut jiwa dan hatiku yang segelap vagina,sepanjang penis dan semegah payudara…haha!
Jangan pernah anda menganggap bahwa diriku seorang penulis puisi,sungguhpun diriku bukanlah pujangga!anggap saja ini hanya sebatas bercak tetesan sperma huruf-huruf yang tercecer tak rapi dan ini adalah tugas anda juga untuk menata dan merapikan pikiran anda. Aku sangat percaya anda lebih baik dari saya. Persetan!
Dalam scene part I ini diriku lagi terilhami dari ke Jawa-anku yang senantiasa sampai mampus akan selalu aku banggakan tentang sebuah penafsiran kehidupan yang serba instant ini. Bagaimanapun diriku pernah diajarkan melakukan sebagaimana para leluhur dahulu yang sangat hormat dengan alam dan bumi dan seluruh jagat indah ini. Bagaimana diriku diajarkan menghormati tanah asal muasal kita diciptakan dan selalu berdoa kepada Khalik penuh ikhlas,pasrah jiwa raga sebagaimana yang dilakukan orang-orang sebelummu.
Tapi bagaimanapun juga aku hanyalah manusia biasa,yang toh akhirnya ribuan keparat iblis telah merayakan kelulusan atas kesuksesan menggoda dan menguasaiku bahkan sampai saat aku menulis sekarang ini.hahaha….anjing!
Tak perlu aku jabarkan dan bacotkan lebih banyak lagi karena aku sudah lelah mengetik..hehehe. Yang pasti disini mungkin ada sedikit selipan petuah yang mungkin juga bisa bermanfaat bagi anda sekalian atau bahkan mungkin Cuma menjadi sampah dalam tong pikiran anda,sekali lagi Persetan ! Dan aku berharap sekali tulisan ini anda print lalu bacalah sebagai penghantar tidur anda,dengan pelan dan tenang memahami, bukan hanya sekedar menelan mentah ! mari bertamasya bersama kesisi alam penuh elegi fantasi tanpa henti ….. ZzzzZZZzzzzzZZzzzZzz …….
Bangkai I
Apa kabar kawan ?!
Masihkah gumpalan harapan mampu sadarkan kenyataan ?!
Yang aku tahu hanya melahirkan jiwa-jiwa pemalas keyakinan menjadi pialang kecemasan menakuti kematian.
Sesuap doa seperti memberi arti suci dalam asap kepiluan yang coba disembunyikan.
Pernahkah mencoba keluar malam berdiri sendiri ditengah malam yang menawarkan indahnya kegelapan ?
Pandanglah gulita langit lalu tundukkan besar angkuhmu ke tanah…hampa…resapi adamu… menangislah .. untuk dirimu sendiri !
Mampukah sombongmu mengalahkan luas ruah tujuh langit ?
Mampukah indah ragamu kau jaga dari jerat tanah yang senantiasa mengancam akan mengubur ragamu membusuk ?
Takut ?!
Itupun tak akan pernah salah…Nikmati hidupmu.
HUH !
Aku menembus buai bual buas harapanmu bernyanyi lucu dalam mimbar
Coba bertafsir padamkan getah api mimpi menempuh ruang kenyataan semu
Kita tak bicara …hanya perani anarki rasa
Kita tak patuh … tanpa perlu senggamakan raga jiwa dan luka dosa
Muntah bersumpah darah busukkan kepalsuan atas nama segala surga
hidupi raga benci,tenggelamkan kepanikan dalam kesombongan yang menganga !
Kita tak bertanya … hanya hidupi makna-makna petaka murka
Kita tak belajar … membagi adil jatah luka dan selalu sejarahkan duka
…
“ Apa ‘dunia’ yang membuatmu tertawa dan bahagia ? “
“ Apa ‘dunia‘ yang membuatmu mampu lepaskan duka ?”
“ Apa ‘dunia‘ yang membuatmu bangga ?”
“ Apa ‘dunia‘ yang membuatmu merindukan kilap piala juara pujian ?”
“ Apa ‘dunia‘ yang membuatmu mampu benamkan kecewa ?”
“ Apakah ‘dunia‘ sanggup membuatmu selamatkan nyawa ?”
“ Apakah ‘dunia‘ sanggup membuatmu menghajar ‘jerat hampa’?”
“ Apakah ‘dunia‘ sanggup membuat hidupmu bertahan lama ?!”
Berpikir kau ….
‘kan berjalan melewati kelam menyambut terang
lumpuh bersimpuh dalam kilau puji pengampunan
mengoyak beringas segala penyesalan
menutup pintu neraka yang membakar
Pikir kau ……..
surga ‘kan mudah terbuka hanya perlu tobat dan bersumpah
ikhlaskan seluruh dosa berlari tertimbun hajat pahala
menuju sinar terang teduh teguh iman
menuju surga maha indah yang hanya ada dalam imajinasi pikiran
Dan semuanya hanya dalam ‘apa dan siapa’
Dan semuanya hanya dalam pertanyaan saja
Dan semuanya hanya tinggal menunggu giliran ‘pemanggilan’
Dan semuanya hanya tinggalkan nama
Dan semua tak perlu diragukan dalam kepastian
Dan semua tinggalkan warisan cerita
…
:: …haha!ini hanyalah sebuah ciuman ringan untuk kalian ‘penggila dunia’ yang selalu bangga dan selalu ‘merasa’! watchout..everything will be gone and u never wear it.masihkah sanggupkah sombongkah andakah?!
SAAT BERASAP
Kunikmati apa yang seharusnya tak perlu kumengerti dan kubenci
Kucintai apa yang seharusnya tak kurindu dan kubenci
Kuikuti apa yang seharusnya kuhindari dan selalu kubenci
Aku benciku terlalu tak tabu mencabiki rasa haru
Aku bebankan pikiranku menghidupi laknat mutanku
Berikan tubuhmu seutuhnya penuh selimut dusta dan nafsu …
Bungkus jiwamu penuh dangkal dosa dan tak perlu kujaga
Berikan hatimu dengan sesungguhnya dan penuh desahan do’a
Kututup hampa jiwamu penuh lipatan luka dosa tak bersuara
Menempuh altar sinar terang pucat pasikan kepedihan
Menjemput pergantian malam yang tak panjang
Terkapar dalam lusinan perasaan
Kebencian ini terlalu kumengerti
Kerinduan ini terlalu kumiliki
Kesetiaan ini terlalu membunuh diri
Dan aku terlalu bersiapkan diri
Terlupakan
Melupakan
:: mungkin!
BERCAK SEPTEMBER
Hari ini, kemarin dan yang akan datang menjelang limpah harapan
Lebih baik kau lupakan riwayat pertaruhan hati
Ku tak pernah berpikir untuk menyempurnakan
Adamu sesaat t’lah hujami ribuan luka dalam sayatan berkarat
Kumohon …
Jangan berikan padaku tangisan pada barisan hidupku yang tak nyaman
Jangan tawarkan pengertian untuk kebaikan yang menyakitkan
Biar kunikmati sesuatu yang terlambat bersemi dan bersiap mati !
Kumohon …
Tetaplah tatap bayanganku yang tak lagi menetapi dirimu
Tetaplah tertawa atas kemenanganmu menghakimiku
Seperti …
Hari ini,
Kutunggu reda hujan turun menghabisi
Semayamkan namamu di penghabisan titik akhir lumpur cerita
Angkat senyumku penuh kebencian dan bersimbah angkuh
Kubakar plakat kesombongan duniamu
Tak perlu lagi kusimpan lebih dalam dan mendalam
Meski riwayatmu selalu menghisap menggoda untuk kuselamatkan
Najisi mimpi –mimpi panjang yang mulai kubangunkan
seperti …
Esok hari,
Kutunggu lunglai hujan menampar lembut rautan lemah murka
Menampar muka cerita yang penuh penghuni tanya
Tak ada lagi kepalsuan senyuman dan berangka
Meski riwayatmu terus menggoda kuselamatkan
Meski riwayatmu terus berkarat melaknati hina
Menyapu bersih dalam topan dendam,
……Fat.
:: ooh,shittomyshit !
BELATI HITAM
Tanpa mengKuasa Tuhan
Tanpa membusukkan kursor pilihan
Merapatkan tangan terbungkam layaknya berdo’a
Keringat takut ini mulai bersaksi kesal
Bertarung dibawah cahaya pucat ajaran
Aku menolak sikap mengamini arti yang tak aku mengerti
Aku menolak paham kekayaan hati
Aku terlalu takut terbawa terang yang penuh alibi arti
…
Ajarkan pada diriku seribu do’a tangis hati
Menghormati jiwa luhur yang mati
Busukkan kesucian yang melekati baju kebencian
Mencuci darah kebencian yang selalu tertanam lugu
Menghujat Iblis yang selalu bertakwa membuka pintu beringas goda
Aku tak hafal pembacaan lafal penilai moral
Aku tak percaya adanya kelicikan perdebatan masa depan
Aku selalu terbakar ‘ayat keyakinan’ penuh konotasi makna
Aku terhimpit asap seribu perlakuan tak normal
Dan saatnya aku pantas bertanya
Kapankah engkau sanggup terluka dan mati !
Dusta ini … nista ini … nestapa ini …
Aku tak pernah bertapa mengharap penghapusan dosa ..
Pakukan jiwa absurd dalam pengharapan pengakuan
Aku hanya mencoba menguapkan kalimat selayaknya berdo’a
Dan tak perlu berpikir ini menyakitkan dalam penghapusan
Hentakkan busuk kegalauan …. teduh dosa ini gelapi jiwa ini !
Gelap menempuh lawan malam … kurangkan akalku !
Hampa kian selalu menatap dan menunggu
Beban ini semakin melumuri batin yang punah terlunta
Dalam ketiadaan dan separuh terbakar
Dosa ini kian mencintai … berkhotbah jijik dalam jiwa !!!
Kemana kelak ‘kan sandarkan ribuan beban ?
Saat tiang dosa tak pernah berhenti menyimpan dendam dan kebencian
Indah mahkota luka kelam masa lalu tak pernah kunjung terselesaikan
Sama seperti saat terluka merangkak menemukanmu tak telanjang
Selalu berakhir semu melantakkan bangunan rasa yang kumiliki
Selamat datang cinta …
Antara aku,Tuhan,Setan dan dirimu …
Aku terjungkal dalam kesakitan jiwa
:: damn!this dope like spirit in hope and slain ..
Uchh..Achh..Ouhh..Yeahh !
Uchh …
penetrasi ereksi jaman membuat melacur bergaya trendi
atribut diri pelengkap atraksi bernilai prestasi tinggi
semuanya palsu,
tak kau bawa mati !
Achh …
hanya sisi luar keanggunanmu cantik memancar
tertutup lincah goresan lipstik moral cahaya pucat memudar
indahmu membunuh,
arti paras sejati !
Ouhh …
Euphoria dunia membuatmu menyanggupi pesta dosa
sibuk menata penampilan … budak pemuja piala pujian
tepuk hampa blablabla …
makan darah putih ini untukmu !
Yeahh … !!!
Transisi fantasi obsesi penuh caci !
Terjual tanpa disadari !
Terbeli tanpa gairah naluri !
…
Yeahh … !
Bidadari kembang palsu mewangi !
Tetap lusuh tanpa sentuh peluh !
Terhisap mati tanpa gairah birahi !
Untuk apa untuk apakan apa
Untuk siapa untuk siapakan siapa
Untuk kemana untuk kemanakan kemana …
Apa … Siapa … Kemana …
Pesta ini dosa penuh transaksi empati !
Tercipta tanpa perlu membeli !
Tergadai tanpa rehabilitasi diri !
Hidup ini instant dan tak ada peluang bertahan !
Tak ada jatah nyawa panjang !
Tak perlu tafsirkan ancaman masa depan !
Persetan !
Lupakan !
Semudah kau tampangkan cantikmu dalam grosiran !
Yeah !
Imitasi.Palsu.Sebuah timbunan ketidaknyamanan para KARTINI ERA BARU mensyukuri karunia Sang Kuasa,bantai penampilan seolah dosis tren yang harus dipenuhi demi sekedar serapah pujian yang terkadang sama-sama palsunya.Wahai engkau para bidadari :tempatkanlah kecantikanmu dan segala keindahanmu hanya kepada orang yang benar2 kau sayangi,segalamu bukan untuk konsumsi pelepas lapar dan dahaga nafsu meski hanya sekedar menjilatimu dengan pandangan sekejap mata. Jadilah Kartini yang elok, bukan menjadi GENERASI KARTINI TUNA SUSILA.
Mampus!
….
Terkadang hidup dihadapkan pada bingkai-bingkai pilihan, terkadang menyudutkan, terkadang melenakan, dan terkadang mematikan. Pada kepungan mimpi pada saat dimana hidup dalam keaadaan hitam. Membusukkan segala macam warna peraasan, menelanjangi kepanikan, lalu terkapar tanpa daya.
BEBAL
Beban ini batasi pikiran
Beban ini menampar kenyataan
Beban ini pusingkan nurani malam
Beban ini lemahkan riwayat sejarah jiwa
Selamatkan aku …
Selamatkan jiwaku …
Berjalan diatas tamparan bayangan hitam
Mengumpati petuah pembenaran hati
Jargon perlawanan tetap berontak menolak penafsiran arti
Kehangatan do’a mengheningkan atas cipta rasa
Beban ini dosakan jalan dan jurang
Beban ini perankan kepalsuan
Beban ini jilati kepahitan kehidupan
Beban ini menyejukkan rasa tabu dalam belenggu
Selamatkan aku …
Selamatkan jiwaku …
Cinta ini membusukkan hati
Kasih ini curamkan pelita api
Rindu ini membunuh rusak intuisi
Dosa ini siksa siakan harapan
Do’a ini meluluhkan perisai belenggu hati
Putuskan asaku …
Acuhkan rasa bersalah …
Hapuskan dendam
Balaskan tikaman perasaan menyakitkan
Kita tak pernah abadi.
:: think u what ?!hell yeah!
SIMPUL
Masihkah kau berharap lugu ?
Do’a menghapus dosamu
Masihkah kau bernyanyi sendu ?
Tuhan mendengar busuk pintamu
Mengartikan semua makna keyakinan semudah tuntunan instan
Mengamini arti pembenaran dari mulut penuh kunci ilusi pemikiran
Engkau menangis meronta meniti tiang ajaran
Meratap menatap liur dosa yang tak berhenti melumuri
Muntahkan petuah mengigau dimimbar pengampunan
Berjanjilah berhenti dan berharap wafat terakhir
Bernyanyilah menghidupi diri dalam falsafah budi pekerti
Basuhlah jiwamu bersama asma tirta bayangan yang luka menemanimu
Tunduklah dalam do’a untuk kebenaran hidup sejatimu yang memudar
Masihkah kau patuh dalam sakit batinmu ?
Menyanggupi kekuatan hati menempuh jalan terang
Masihkah kau berkilau dalam dunia yang membelenggu ?
Teguhkan iman menjalani ketidakpastian peran
…….
Melewati sungai cobaan
Menempuh surga kebahagiaan ?
…….
Acuhkan falsafah buram yang riuh menjamah
Lupakan ajaran penuh jargon arogan instan
Jujur tegar menghadapi kenyataan yang hanyut terbakar
Kita hanya menjalani peran
Kita hanya singkat dalam pertunjukan
Kita tak butuh pengakuan
Kita tak butuh ribuan tepuk pujian
Kita tak butuh pelukan
Kita tak perlu rasa iba atas penyesalan yang selalu kita lakukan
Kita hanya menjalani peran
Kita hanya singkat dalam pertunjukan
Kita selalu dalam pertanyaan !
:: salam kecup hangat untuk cinta…engkau adlh pertanyaan,bukan sebagai jawaban!
APA KABARMU BANGKAI !
Lalu kau selipkan sentuhan nafas
Disela-sela pergumulan kasih yang tertanam
Mabuk kau tiup segala berkas pujian
Hanya menunggu waktu tiba melayani segala keinginanmu
Menjadi bidak-bidak budak bercula kecemasan
Dan bahagia senantiasa khawatir engkau harapkan
Indah dalam hiburan semesta raya
Memeluk kehangatan api neraka
Tertawalah wahai cinta …
Sebelum lampu dipadamkan
Sebelum jism terbingkai kenangan
…
:: Cleopatra,where are u?